GARA-GARA
“TITIK”
Suatu hari selesai melakukan aktifitas belajar
disalah satu instansi pemerintah, dari kejauhan terlihatlah seorang wanita
separuh baya yang berpenampilan santun sedang berjalan menghampiriku sambil
melemparkan senyuman hangat.
“Mez, bsok kita buat laporan pertanggung-jawaban
untuk acara maulid ya” ucap ketua acara kepadaku.
“Oke kak, pukul berapa kak ya ?” tanyaku kepada
ketua acara.
“Eummm.. pukul 9 ?” tawarnya saat itu.
“Wah.. bagaimana jika pukul 11 kak ? “ balasku yang
saat itu sedang memikirkan agenda lain untuk keesokkan harinya.
“Oke.. jadi pukul 11 kita langsung ke TKP ya” ia pun
menyetujui saranku.
Keesokkan harinya tepat pukul 10.15 WIB, akupun
langsung bersiap-siap untuk menuju TKP (sebuah perpustakaan yang terdapat
dikota) untuk meneyelesaikan laporan pertanggung-jawaban bersama panitia
lainnya. Sesampainya disana kami pun bergegas membuka laptop dan membaca
beberapa file-file yang terdapat pada dokumentasi acara tersebut. Ditengah
kesibukkan kami membuat laporan tersebut tiba-tiba bel pun berbunyi. Pertanda
kami harus segera meninggalkan tempat tersebut karena waktu berkunjung telah berakhir.
“Kring..Kring !!!!”
“kak.. kita harus segera meninggalkan TKP, bagaimana
dengan laporan yang belum terselesaikan ?”
tanyaku khawatir.
“eumm.. bagaimana kalau kita pindah kesebelah saja
(salah satu rumah makan) sambil menikmati sajian yang ada hehe” cetus
salah-satu panitia pada bidang bendahara memberi solusinya.
“Wah... ide bagus kak !! biar efektif kita harus
segera mengisi kekosongan perut yang akan memasuki waktu pengisiannya,” Balasku
Sumringah sambil bercanda.
“hahahahaaha baiklah “ timbal ketua acara sambil
tertawa mendengar ucapanku.
Tanpa menunggu lama kami pun bergegas merapikan
setiap peralatan dan langsung menuju ketempat yang selanjutnya menjadi sasaran
untuk membuat laporan pertanggung-jawaban tersebut yang akan dikumpulkan sore
nanti.
Sesampainya pada tempat tujuan selanjutnya, aku dan
panitia lainnya pun segera menempati tempat yang telah disediakan sambil
memesan beberapa cemilan ringan dan berat lainnya yang akan menemani kami
membuat laporan tersebut.
Kini, beberapa laporan telah terselesaikan, saatnya
kami beralih pada laporang pertanggung-jawaban dana kegiatan yang akan
dilaporkan oleh bendahara acara. Namun, ketika sedang asyik membuat laporan
tersebut, tanpa disadari kami melewati peletakkan tanda baca “titik” disalah
satu kalimat dalam laporan itu. Akan tetapi, tidak terlalu kami hiraukan.
Waktu terus berjalan, dan setiap panitia memiliki
tugas masing-masing yang siap dikerjakan dan dilaporkan kepada direktur untuk
beberapa evaluasi lanjutan pada acara yang telah dilaksanakan sepekan lalu. Dan
kini, saatnya kami mengakhiri pembuatan laporan tersebut serta melanjutkan pada
sesi makan bersama. Usai menyantap makanan yang disediakan, akhirnya aku dan
panitia lainnya pun meninggalkan tempat tersebut dan kembali kerumah
masing-masing. Kemudian tepat pukul 16.00 WIB selesai melaksanakan shalat ashar
di masjid, kami pun memberikan laporan yang telah kami selesaikan kepada
direktur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, ketika laporan
tersebut dikumpulkan, tak lama kemudian direktur pun langsung memanggil
beberapa diantara kami untuk segera mengahadapnya.
“Maaf bapak, ada yang bisa kami bantu ?” ucap ketua
acara kepada direktur.
“owh kalian, iya, setelah laporan ini saya baca dan
amati, telah muat dengan sangat bagus dan detail sesuai aturannya namun,ternyata
ada satu kalimat yang kalian tidak meletakkan tanda baca “titik” pada
akhirannya. Sehingga jika dibaca lebih lanjut akan menimbulkan persepsi yang
berbeda terhadap kalimat tersebut. Jadi, karena kesalahan itu saya ingin
laporan pertanggung-jawaban ini dilaporkan kembali tanpa ada kesalahan dan
ketertinggalan tanda baca pada tempatnya” ucap direktur sambil menyerahkan
laporan tersebut dan meminta kami untuk membuatnya kembali.
Mendengar keluhan dan masukan dari direktur, kami
pun terkejut dan tertegun malu karena keteledoran dan tidak menghiraukan
kesalahan kecil saat proses pengetikkan yang tidak meletakkan tanda baca
“titik” pada salah satu kalimat. Namun, hal tersebut kami jadikan pelajaran
untuk kedepannya, agar selalu bersikap teliti dan tidak meremehkan sesuatu hal
yang terlihat kecil.
IBRAH
:
“Jangan
meremehkan suatu HAL yang terlihat kecil namun berdampak besar bagi kita. Hargailah setiap HAL, dan telitilah dalam
setiap pekerjaan”.
#Ini ceritaku,Apa ceritamu hari ini ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar