Selasa, 08 Maret 2016




GARA-GARA “TITIK”

 Suatu hari selesai melakukan aktifitas belajar disalah satu instansi pemerintah, dari kejauhan terlihatlah seorang wanita separuh baya yang berpenampilan santun sedang berjalan menghampiriku sambil melemparkan senyuman hangat.

“Mez, bsok kita buat laporan pertanggung-jawaban untuk acara maulid ya” ucap ketua acara kepadaku.
“Oke kak, pukul berapa kak ya ?” tanyaku kepada ketua acara.
“Eummm.. pukul 9 ?” tawarnya saat itu.
“Wah.. bagaimana jika pukul 11 kak ? “ balasku yang saat itu sedang memikirkan agenda lain untuk keesokkan harinya.
“Oke.. jadi pukul 11 kita langsung ke TKP ya” ia pun menyetujui saranku.

Keesokkan harinya tepat pukul 10.15 WIB, akupun langsung bersiap-siap untuk menuju TKP (sebuah perpustakaan yang terdapat dikota) untuk meneyelesaikan laporan pertanggung-jawaban bersama panitia lainnya. Sesampainya disana kami pun bergegas membuka laptop dan membaca beberapa file-file yang terdapat pada dokumentasi acara tersebut. Ditengah kesibukkan kami membuat laporan tersebut tiba-tiba bel pun berbunyi. Pertanda kami harus segera meninggalkan tempat tersebut karena  waktu berkunjung telah berakhir.

“Kring..Kring !!!!”
“kak.. kita harus segera meninggalkan TKP, bagaimana dengan laporan yang belum terselesaikan ?”  tanyaku khawatir.
“eumm.. bagaimana kalau kita pindah kesebelah saja (salah satu rumah makan) sambil menikmati sajian yang ada hehe” cetus salah-satu panitia pada bidang bendahara memberi solusinya.
“Wah... ide bagus kak !! biar efektif kita harus segera mengisi kekosongan perut yang akan memasuki waktu pengisiannya,” Balasku Sumringah sambil bercanda.
“hahahahaaha baiklah “ timbal ketua acara sambil tertawa mendengar ucapanku.

Tanpa menunggu lama kami pun bergegas merapikan setiap peralatan dan langsung menuju ketempat yang selanjutnya menjadi sasaran untuk membuat laporan pertanggung-jawaban tersebut yang akan dikumpulkan sore nanti.

Sesampainya pada tempat tujuan selanjutnya, aku dan panitia lainnya pun segera menempati tempat yang telah disediakan sambil memesan beberapa cemilan ringan dan berat lainnya yang akan menemani kami membuat laporan tersebut.
Kini, beberapa laporan telah terselesaikan, saatnya kami beralih pada laporang pertanggung-jawaban dana kegiatan yang akan dilaporkan oleh bendahara acara. Namun, ketika sedang asyik membuat laporan tersebut, tanpa disadari kami melewati peletakkan tanda baca “titik” disalah satu kalimat dalam laporan itu. Akan tetapi, tidak terlalu kami hiraukan.
Waktu terus berjalan, dan setiap panitia memiliki tugas masing-masing yang siap dikerjakan dan dilaporkan kepada direktur untuk beberapa evaluasi lanjutan pada acara yang telah dilaksanakan sepekan lalu. Dan kini, saatnya kami mengakhiri pembuatan laporan tersebut serta melanjutkan pada sesi makan bersama. Usai menyantap makanan yang disediakan, akhirnya aku dan panitia lainnya pun meninggalkan tempat tersebut dan kembali kerumah masing-masing. Kemudian tepat pukul 16.00 WIB selesai melaksanakan shalat ashar di masjid, kami pun memberikan laporan yang telah kami selesaikan kepada direktur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, ketika laporan tersebut dikumpulkan, tak lama kemudian direktur pun langsung memanggil beberapa diantara kami untuk segera mengahadapnya.

“Maaf bapak, ada yang bisa kami bantu ?” ucap ketua acara kepada direktur.
“owh kalian, iya, setelah laporan ini saya baca dan amati, telah muat dengan sangat bagus dan detail sesuai aturannya namun,ternyata ada satu kalimat yang kalian tidak meletakkan tanda baca “titik” pada akhirannya. Sehingga jika dibaca lebih lanjut akan menimbulkan persepsi yang berbeda terhadap kalimat tersebut. Jadi, karena kesalahan itu saya ingin laporan pertanggung-jawaban ini dilaporkan kembali tanpa ada kesalahan dan ketertinggalan tanda baca pada tempatnya” ucap direktur sambil menyerahkan laporan tersebut dan meminta kami untuk membuatnya kembali.
Mendengar keluhan dan masukan dari direktur, kami pun terkejut dan tertegun malu karena keteledoran dan tidak menghiraukan kesalahan kecil saat proses pengetikkan yang tidak meletakkan tanda baca “titik” pada salah satu kalimat. Namun, hal tersebut kami jadikan pelajaran untuk kedepannya, agar selalu bersikap teliti dan tidak meremehkan sesuatu hal yang terlihat kecil.

IBRAH :
“Jangan meremehkan suatu HAL yang terlihat kecil namun berdampak besar bagi kita.  Hargailah setiap HAL, dan telitilah dalam setiap pekerjaan”.


#Ini ceritaku,Apa ceritamu hari ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar