Senin, 26 Desember 2016

ZACKY, SI MUALLAF YANG GEMAR BERSEDEKAH


"Bersedekhlah, Kepada orang sakit !"

        

  Hiruk-pikuk  aktivitas kampus masih terasa. Setiap mahasiswa asyik bergelut dengan kegiatan mereka. Tidak berbeda dengan kami, ynag masih menunggu kehadiran salah seorang dosen pengampu mata kuliah writing,Editing and Reporting.  Kondisi ruangan semakin gaduh,  kursi berserakan, para mahassiswa keluar-masuk dari ruangannya, begitu pula dengan saya yang asyik menggunakan gadget sebagai penawar kebosanan. Naun dari kejauhan tampak seorang lelaki yang bertubuh sedang, tidak tinggi dan tidak pendek pula. Rambutnya pekat, dan selalu menebar senyuman. Ia terus berjalan kearah ruangan kami. Sembari memasuki ruangan, lelaki itu pun langsung merambah kursi dan meletakkan absen diatas meja persegi empat itu. Melihat kedatangannya para mahasiswa langsung merapikan kondisi ruangan bak kapal pecah tersebut.
“baiklah, hari ini kita final ya !” sepenggal kata pembuka lelaki itu sebagai dosen pengampu mata kuliah writing, editing and reporting.

       Mendengar ungkapan misteri tersebut, membuat beberapa mahasiswa di ruangan yang berukuran sedang , dengan kapasitas yang sederhana itu tiba-tiba tersendak kaku. Mereka terus  memainkan akalnya untuk merangkai beberapa alasan logis. Namun, sang dosen berusaha untuk tetap menenangkan kondisi  mahasiswanya.
“Hari ini kita Final, tapi sekarang saya akan bawa beberapa narasumber untuk kalian wawancara di depan. Bertanyalah seperti layaknya seorang wartawan. Jangan seperti berdiskusi ya. Dan tugas hari ini menjadi tugas finalnya” ujar lelaki murah senyum itu menenagkan mahasiswanya sambil menyisipkan beberapa wejangan.

“uhhhhhhhhh !” tangkas mahasiswa serentak.

          Kini, waktu teus berdetik. Kondisi ruangan semakin tegang. Sembari mennunggu kehadiran seorang narasumber yang akan kami wawancarai. Berbagai persiapan telah saya lakoni. Seperti halnya catatan, alat tulis, pertanyaan dan lain sebagainya. Menunggu dan terus menunggu. Waktu telah menunjukkan pukul 10.05 WIB. Hari semakin siang.namun tidak pula menyurutkan semangat 45 para mahasiswa. Ditengah situasi tegang itu, tampak seorang laki-laki bertubuh tinggi, berkulit putih dan berbaju koko dengan celana hitam memasuki ruangan persegi empat tersebut. Sambil meneteng kresek merah yang diisi dengan beberapa botol minuman segar didalamnya. Ya, lelaki itu adalah orang yang kami tunggu. Tidak mengulur waktu lagi, lelaki bermata sipit itu langsung membuka pertemuan di hadapan para mahasiswa.

“Assalamualaikum, saya Zacky. Tinggal di Banda Aceh, Kelahiran tahun 1990.” Ungkapnya membuka pertemuan.

       Beberapa pengalaman dan profil dirinya pun terus diungkapkan.  15 menit diawal pertemuan pun menjadi menit menarik untuk dikulik beberapa pertanyaan dan informasi dari Jecky yang kini telah berubah menjadi Zacky.

       Zacky (26) adalah salah seorang pengusaha minuman segar di Aceh. Bukan hanya itu, ternyata Zacky juga melebarkan sayap usahanya pada bidang sambal dan snack pula. Lelaki keturunan  cina itu,membangun usahanya dengan niat dan tujuan yang sangat mulia. Membantu para masyarakat yang menderita DBD (Demam Berdarah Dengue) pada tahun 2008 silam menjadi tonggak utamanya membangun usaha tersebut.

“saya mendirikan usaha Nozy Juice ini pada tahun 2008, awalnya saya melihat dan membaca beberapa surat kabar yang banyak memberitakan tentang DBD, kemudian saya pun mencoba mencari solusi. Akhirnya saya mencoba membangun usaha minuman segar dengan produk unggulan jambu biji yang menjadi obat untuk penderita DBD” ungkap pria berkacamata hitam tersebut kepada kami.

     Akan tetapi ternyata usaha yang dibangunnya 8 tahun silam tersebut tidak serta-merta melambung seperti sekarang ini. Banyak sindiran dan nyinyiran yang ia terima. Namun hal tersebut tidak juga membuat lelaki kelahiran tahun 1990 putus asa.

“dulunya produk kami ini pernah dibuang ketempat sampah di depan mata kami, namun saya tetap sabar dan berkata kepada istri saya, sabar. Ini adalah guru pelajaran untuk kita agar maju.”ujarnya.
Pada tahun 2010 Jecky Resmi berganti nama menjadi Zacky. Lelaki bermata sipit itu dulunya beragama Budha, kini telah menjadi seorang muallaf. Dan kini berhasil memajukan usaha minuman segarnya tanpa bahan pengawet. Banyak pengalaman ynag telah dipelajarinya. Sehingga menguatkan setiap sisi kehidupan dan usahanya.

“saya masuk islam tahun 2010. Di masjid Raya Baiturrahman. Hal itu saya lakukan bukan karena paksaan, namun karena keinginan saya sendiri,  berawal dari kakak angkat saya yang sering bercerita tentang Rasullullah SAW. Dan saya sangat mengangumi islam dari segi pembinaan Keluarga. Istri yang melayani suami. Hak-haknya dan lain sebagainya. Saya sangat kagum dengan Hukum Islam tersebut” Tangkasnya bercerita tentang keislaman dirinya.

       Kini, berbagai Upaya terus dilakukannya untuk menopang dan memajukan Usaha Nozy Juice tersebut. Tetap menjaga Cita rasa dan tidak memakai Pengawet adalah andalan dari Produk minuman segar milik Zacky. Dan Lelaki itu pun tetap bersikukuh untuk menolong masyarakat yang sakit dengan memberikan Bonus Minuman segar kepada pelanggannya yang menderita sakit.
“karena tujuan utama saya dari usaha ini adalah membantu orang yang sakit, jadi saya selalu memberikan kelebihan bonus untuk pelanggan yang membeli Nozy juice karena sedang menderita sakit. Sedekahlah Kepada orang yang sakit” Ujarnya sambil tersenyum dihadapan kami.


Peringatan 12 Tahun Tsunami Aceh






(Ilustrasi/ 26 Desember 2004)

26 Desember 2004. merupakan Alarm sejarah bagi masyarakat Aceh. mengenang peristiwa 12 tahun silam yang begitu melekat di hati. kejadian yang banyak merenggut korban jiwa, bahkan tidak terhitung kerugian material maupun non materialnya. kisah pilu yang merobek hati itu masih terasa hingga kini. Jutaan ribu jiwa yang berserakan, kerusakan material dan non material yang porak-poranda, bahkan jeritan malang gadis kecil  masih kental terpantul di memori mereka. 
ACEH BERDUKA itulah sepenggal kata dari lisan Dunia. 


Musibah nyata itu tidak dapat dipungkiri kehadirannya. namun menjadi pelajaran penting untuk setiap jiwa yang bernyawa. meyakini akan kebesaran ALLAH SWT. dan terus bersabar serta mengikhlaskan setiap cobaan yang diberikannya. karena Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَاْنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا‌‌ۚرَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه‌ ۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰنَا فَانصُرْنَا عَلَىالْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Artinya : “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan ma’afkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al Baqarah : 287).
(Banda Aceh- Kawasan Kuburan Massal Ulee Lheu/26 Desember 2016)

Pagi Ini, 26 Desember 2016, pukul 07.30 WIB masyarakat Aceh kembali menghentikan segala aktifitasnya. merek berbondong-bondong menuju masjid dan kuburan massal Ulee Lheu untuk melakukan Doa dan ziarah bersama. kembali bercengkrama dengan sanak saudara yang telah syahid 12 tahun silam.berbagai Doa dan shalawat pun dilantunkan. akantetapi, seketika suasana menjadi hening, saat seorang ust. memimpin Doa dan harapan kepada sang Ilahi Rabbi. Para masyarakat yang hadir kembali menarik ulur kejadian itu. Isak tangis terdengar jelas. Doa dan Harapan terus keluar dari lisan mereka, Seakan hati ini menitipkan kerinduan yang mendalam kepada para syuhada.


(Banda Aceh- Kawasan Kuburan Massal Ulee Lheu/26 Desember 2016)

Setiap adegan pilu yang memeras air mata telah tergambarkan lagi. Beberapa individu dan kelompok masyarakat lainnya juga mengambil posisi di depan batu nisan kuburan massal sambil membacakan yasin dan doa untuk para syuhada. bahkan ada yang menyirami nisan dengan air yang dicampur bunga di dalamnya. selain itu pula, Kegiatan Peringatan 12 tahun Tsunami Aceh juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti wali kota non aktif Banda Aceh, Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, S.E., dan Wali Nanggroe IX Malik Mahmud Al-Haytar beserta rombongan.

Sahabat. waktu bergulir dengan cepat. Matahari semakin menampakkan dirinya. begitu pula dengan para masyarakat yang terus berdatangan. Pekarangan kuburan Massal Ulee Lheu telah di padati masyarakat. Para aparat gabungan juga ikut andil terhadap keamanan kegiatan tersebut. Sehingga Prosesi kegiatan ini terus berjalan dengan sangat khidmat dan lancar.

Kini, Aceh kembali bangkit. Peristiwa 12 tahun silam adalah sejarah berharga bagi rakyatnya. Dan akan menjadi Cerita nyata bagi anak cucu kelak. ACEH TANOH LOEN SAYANG. 

Sahabat, Sejarah itu bukan untuk dilupakan, namun untuk dijadikan pelajaran bagi kehidupan mendatang.

Semoga kita termasuk orang-orang yang terus bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikannya kepada kita hingga saat ini. Amin ya Rabb.
Allahummafirlahum, warhamhum, wa'afihim wa'fu'anhum...

Sahabat, marilah sejenak Haturkan Doa untuk mereka para syuhada yang telah mendahului kita.

Kunjungi juga :